Yang pertama kali mengerjakan shalat lima waktu

Tahukah Anda, siapa yang pertama kali mengerjakan sholat lima waktu itu?
Secara berurutan, inilah nama-nama yang pertama kali mengerjakan shalat lima waktu itu.

Subuh ; Manusia pertama yang mengerjakan shalat subuh adalah Nabi Adam a.s.. Yaitu ketika Nabi Adam keluar dari surga lalu diturunkan ke bumi. Hal pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan Nabi Adam merasa takut yang amat sangat. Apabila fajar subuh telah keluar, Nabi Adam a.s pun bersenbahyang dua rakaat.

Zuhur ; Manusia pertama yang mengerjakan shalat zuhur ialah Nabi Ibrahim a.s. yaitu tatkala Allah swt telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya, Nabi Ismail a.s.. Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat.

Ashar ; Manusia pertama yang mengerjakan shalat ashar ialah Nabi Yunus a.s. ketika dikeluarkan oleh Allah swt dari ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk waktu ashar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat karena telah diselamatkan oleh Allah swt dari pada empat kegelapan.

Maghrib; Manusia pertama yang mengerjakan shalat maghrib ialah Nabi Isa a.s. yaitu Nabi Isa dikeluarkan oleh Allah swt dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedan waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukur Nabi Isa, lalu bersembahyang tiga rakaat karena diselamatkan dari kejahilan tersebut.

Isya’ ; Manusia pertama yang mengerjakan shalat isya’ ialah Nabi Musa a.s.. Ketika itu Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan duka cita. Allah swt menghilangkan perasaan duka citanya itu pada waktu isya’ yang akhir. Lalu bersembahyanglah Nabi Musa sebagai tanda bersyukur.

Leave a Comment

dokter gigi

Pak Tarto dokter gigi kondang soko desa Tjutuk Manuk Randublatung wis kaloko dadi dokter gigi sing mumpuni. Loro untu opo wae pasti cespleng, untu krowok, untu pecah, untu gapuk, untu berlubang pasti mari. Isuk kuwi ketamon pak Kuntjung sing rambute koyo Ronaldo pemain bal soko Brasil sing juara bal-2-an sak donyo.

“Kulo nuwun pak dokter untu ….. eeehh dokter gigi.”
“Monggo pak Kuntjung … kulo aturi lenggah rumiyin”

Sak wise sak untoro wektu pak dokter metu karo nggowo uborampe.
“Sakit menopo pak ?” Takonne dokter Tarto

“Niki lho pak dokter … untu kulo niki sedut senut penjenengan tingali rumiyin.”

Sakwise diprikso doktere ngomong “Lah niki kedah dicabut pak”

“Pinten pak ongkose ?” Takon pak Kuntjung nggenahke

“Anu pak … niki kenging arto go jing.”
“Go jing niku pinten ?”
“Go jing … niku gangsal ewu pak.”
” Ngaten pak …. uwun sewu … kulo gadah arto namung kalih ewu; ingkang tigang ewu kulo sukani kalih mendo (wedus) kulo, dene mendo kulo reginipun satus seket ewu, mbenjing wulan ngajeng wedus kulo ingkang meteng meniko medal cempe nipun, pramilo kulo aturi ngetung rumiyin menggah saenipun dados pak dokter gadah utang dateng kulo satus patang puluh pitu ewu.”
“Ngaten pak Kuntjung …. saenipun untu ingkang ngandap kulo cabut gangsal, dene ingkang nginggil kulo cabut sedoyo, dene sisanipun bade kulo cabut ngenjing, dados impas bapak mboten utang kulo mboten utang”

Pak Kuntjung nesu, rai bang ma-wingo-2 kuping megar, cangkem ngiler

“Lhadalah pak dokter kurang ajar, mosok kulo ompong ngaten mendingan ora duwe wedus, katimbang mung iso ngemut thok.”

Leave a Comment

kota yang hilang

Pada awal tahun 1990 muncul keterangan pers dalam beberapa surat kabar terkemuka di dunia yang menyatakan “Kota Legenda Arabia yang Hilang Telah Ditemukan”, “Kota Legenda Arabia Ditemukan”, “Ubar, Atlantis di Padang Pasir.” Yang membuat temuan arkeologis ini lebih menarik adalah kenyataan bahwa kota ini juga disebut dalam Al Quran. Banyak orang, yang sejak dahulu beranggapan bahwa kaum ‘Ad sebagai-mana diceritakan dalam Al Quran hanyalah sebuah legenda atau berang-gapan bahwa lokasi mereka tidak akan pernah ditemukan, tidak dapat menyembunyikan keheranan mereka atas penemuan ini. Penemuan kota ini, yang hanya disebutkan dalam cerita lisan Suku Badui, membangkit-kan minat dan rasa keingintahuan yang besar. Read the rest of this entry »

Leave a Comment

amrozi kecewa masuk surga

KapanLagi.com – Setelah benar-benar dieksekusi ternyata Amrozi betul-betul masuk sorga. Betapa girang hatinya karena membayangkan akan segera bertemu para bidadari. Namun, ketika berada di dalam sorga keadaan begitu sepi, lengang, tak ada siapapun. Ia juga berusaha mencari-cari di mana para bidadari yang dijanjikan ada di dalam sorga itu. Setelah berputar-putar mengelilingi semua sudut sorga, akhirnya Amrozi kelelahan dan putus asa. Akhirnya ia putuskan untuk bertanya kepada malaikat.

Amrozi: Siang Om Malaikat, di mana ya penduduk sorga yang lain? Di mana para bidadari?

Malaikat: Wah, Anda telat Bang Amrozi, mereka semua sudah pada berpesta, di sana tuh, di ruangan yang tertutup. Anda sih telat matinya, mau dieksekusi aja pakai mbulet-mbulet segala. Kalau mau gabung langsung aja masuk ruangan itu.

Maka masuklah Amrozi ke ruangan tertutup itu. Musik menghentak dan lampu berkedap-kedip warna-warni, seperti di sebuah diskotek di dunia. Amrozi tersenyum-senyum riang melihat para bidadari itu menari. Tapi, Amrozi juga heran dia tak menemui teman-teman seperjuangannya sesama teroris. Dr. Azhari juga tak ada. Malah ia melihat orang-orang gila seperti Marx, Lenin, Stalin, Hitler, Mao. Di sana juga tampak Pramoedya Ananta Toer, Tan Malaka, juga Soekarno. Wah, pasti ada yang salah, pikirnya.

Maka buru-buru ia keluar mencari malaikat penjaga. Ia mau protes!

Amrozi: Wah, Om Malaikat. Ini pasti ada yang salah. Kenapa di dalam sorga malah ada orang-orang kafir quraisy, para komunis gila. Teman-teman jihad saya malah nggak ada. Gimana ini, pasti Tuhan salah memasukkan orang-orang ini!

Malaikat: Hush! Jaga mulutmu Amrozi. Jangan menyalahkan Tuhan. Sorga ini milik Tuhan, suka-suka Dia-lah mau memasukkan siapa. Emang siapa sih lu nyalah-nyalahkan Tuhan. Sudah untung kamu dimasukkan Tuhan ke sorga. Sebenarnya Tuhan nggak mau masukkan kamu ke sini. Karena kasihan saja kamu dimasukkan ke sini, nggak tega lihat kamu cengar-cengir di Nusakambangan.

Amrozi: Wah, kalau begini caranya nggak mau saya masuk sorga. Untuk apa saya di sorga sama orang-orang gila ini. Saya mau kumpul bersama teman-teman saya saja. Saya juga kecewa sudah capek-capek jihad, hanya begini dapatnya. Di mana teman-temanku.

Malaikat: Ya sudah, kalau maumu itu, sana keluar. Teman-temanmu ada di neraka, mereka lagi ngursusin penduduk neraka merakit bom. Katanya mereka mau bikin bom yang belum pernah ada di dunia. Mereka akan mengebom sorga, katanya.

Maka sambil nyengir Amrozi ngeloyor pergi. “Awas, jika nanti bomku jadi. Kamu yang pertama kali aku bom!” ancamnya kepada malaikat.

Tapi malaikat hanya tersenyum mengejek: “Emang gue pikirin.”

Leave a Comment

ayam jago kesepuluh

Cerita ini tentang sebuah peternakan ayam. Di sana ada 25 ayam betina dan 1 ayam jago yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa bahwa ayam jago yang sudah tua tadi sudah melewati masa suburnya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si ayam jago tua menjadi cemburu dan merasa tersaingi. Lalu terjadi percakapan seperti ini:

Si Tua: “Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25. Kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.”

Si Muda: “Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo. Pokoknya semua buat aku aja.”

Si tua: “Kalau begitu mendingan kita lomba saja. Siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada di peternakan ayam ini. Yang kalah tidak mendapat satu ekor pun.”

Si Muda: “Boleh saja! Mau lomba apa?”

Si Tua: “Lomba lari.”

Si Muda: “Ok.”

Si Tua: “Lombanya 400 meter. Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu di depanmu 50 meter.”

Si Muda: “Boleh.” (dengan penuh keyakinan).

Kemudian lomba lari dimulai. Ayam jago tua lari dulu 50 meter baru kemudian ayam jago yang muda lari menyusul dengan kecepatan dua kali lipat. Eh, baru kurang 1 meter menyusul, si ayam jago muda ditembak langsung oleh pemilik peternakan. Apa yang dikatakan pemilik peternakan tersebut?

Pemilik: “Kurang ajar. Ini ayam jago homo kesepuluh yang aku beli bulan ini. Sukanya kejar-kejar si jago tua saja.”

Leave a Comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.